Mengenali Jenis Hama Tanaman Hidroponik

No comment 1085 views

mengenali-jenis-hama-tanaman-hidroponik

Mengenali Jenis Hama Tanaman Hidroponik

Tempat dan Peralatan

Aneka media tanam hidroponik bisa kita gunakan untuk berkebun. Tempat itu mempunyai fungsi untuk memberikan penyerapan untuk nutrisi oleh tanaman, dengan maksud untuk memperkuat akar dari tanaman tersebut.

Tempat hidroponik merupakan material atau bahan bukan tanah yang digunakan sebagai tempat tumbuh dan suburnya akar tanaman. Media tanam berguna sebagai penopang supanya tanaman dapat berdiri tegak dan tidak mudah roboh. Salah satu perbandingan yang jelas antara bercocok tanam konvensional dengan metode hidroponik terletak pada tempat yang dipakai.

Secara konvensional, tempat yang baik adalah tanah, sedangkan pada metode hidroponik memakai tempat bukan tanah. Beberapa macam media tanam yang selalu digunakan pada metode hidroponik antara lain; Sekam Bakar atau Arang Sekam, Expanded Clay, Spons, Cocopeat, Rockwool, Perlite, Pumice, Vermiculite, atau Akar Pakis.

Langkah Membuat Media Tanam Hidroponik Sederhana 1

a). Langkah awal dengan menyiapkan terlebih dahulu peralatan yang digunakan, Anda bisa menggunakan barang bekas misalnya:
– Botol plastik air biasa yang telah tidak dipakai
– Gelas plastik bekas air mineral
– Tabung plastik bekas minyak goreng
– Bahan untuk sumbu (kain panel).
– Nutrisi hidroponik.
– Media tanam.

b). Langakah ke2 cara membuat media tanam hidroponik sederhana.
– Potong botol menjadi dua sisi atas dan bawah.
– Lubangi botol bagian atas di daerah leher botol untuk memasang sumbu dan lubang udara.
– Kenakan sumbu ke bawah botol.
– Kemudian masukkan daerah atas botol ke bagian bawah botol dengan cara dibalik
– Masukkan bagian atas botol dengan tempat tanam yang sudah disediakan, fungsi media ini Cuma untuk tumpuan akar agar tidak rebah
– Tanam bibit atau taburkan 2 sampai 3 butir bibit tanaman ke bagian media tanam.
– Siram dengan menggunakan larutan nutrisi hidroponik.

c). Langkah terakhir simpan di tempat yang terhindar dari hujan akan tetapi masih bisa mendapatkan pencahayaan dari sinar matahari.

Alat hidroponik sangat dibutuhkan untuk menanam tanaman hidroponik terlebih lagi bagi kalangan berkantong tipis. Harga peralatan hidroponik juga terbilang murah. Seperti yang Anda saksikan bahwa menanam dengan cara hidroponik ialah pembudidayaan tanaman dengan memanfaatkan air yang banyak unsur hara tanpa menggunakan tanah.Dengan menerapkan sistem metode hidroponik, kebutuhan air pada tanaman akan lebih sedikit dari pada kebutuhan air pada budidaya air dengan menggunakan tanah. Sehingga cara hidroponik sangat tepat digunakan di wilayah yang sumber tanah yang sedikit.

Alat yang digunakan untuk membudidayakan hidroponik adalah benih, rockwool, netpot, kain panel, bak, steorofom. ke-7 peralatan ini harus dipenuhi agar tanaman hidroponik yang anda lakukan berjalan dengan baik.

Ada banyak keutamaan yang disajikan untuk melestarikan tanamanan dengan sistem hidroponik. Alasan pertama yaitu dalam menamam hidropnik tidak begitu membutuhkan arera atau pekarangan yang luas.

Dan hal semacam ini sangat cocok diaplikasikan untuk para ibu rumah tangga. Dimana mereka dapat memaksimalkan tempat atau pekarangan rumahnya untuk melestarikan tanaman dengan menggunakan sistem hidroponik.

Berikut ini beberapa kelebihan serta alasan untuk menguatkan motivasi anda belajar menanam tanaman dengan teknik hidroponik, antara lain:.

  • Bercocok tanam hidroponik terbukti tidak memerlukan banyak biaya apabila dikaitkan dengan menanam teknik biasa di atas tanah karena tidak perlu menyiramkan air setiap hari karena cairan nutrisi/media larutan mineral yang dipergunakan telah tertampung di dalam ember yang dipakai, sehingga kita tinggal melakukan pengamtatan saja.
  • Bercocok tanam hidroponik dapat mengoptimalkan ruangan yang terbatas sebab tidak membutuhkan lahan yang banyak, bahkan media tanaman dapat dibuat dengan cara anak tangga. Bertanam hidroponik terbukti ramah lingkungan karena tidak menggunakan cairan kimia atau obat hama yang bisa mengkontaminasi tanah, menggunakan air hanya 1/20 dari tanaman biasa, dan mengurangi CO2 sebab tidak perlu menggunakan kendaraan atau mesin.
  • Tanaman hidroponik tidak merusak tanah sebab tidak memakai media tanah serta juga tidak membutuhkan tempat yang lebar.
  • Hasil tanaman hidroponik bisa dimakan secara menyeluruh termasuk akar karena terbebas dari kotoran dan hama.
  • Dapat memeriksa akar tanaman dengan jelas secara berkala untuk mengontrol pertumbuhannya.

Pengendalian Hama.

Wereng sebenarnya hewan kecil yang sedang mencari makan untuk kelangsungan hidupnya. Namun keberadaannya yang kerapkali memakan dedaunan dan menjadikan hama termasuk makhluk kecil yang dimusuhi oleh petani. untuk jenis tanaman hidroponik, tidak berarti tanaman bebas dari serangan wereng, tapi tetap aja ada wereng yang menganggu keberlangsungan hidup tanaman hidroponik.

Sebagai seorang pemilik tanaman hidroponik, pastinya harus paham wereng jenis apa saja yang dapat mengancam pertumbuhan tanaman. Pemilik, Anda, Tukang kebun harus tahu berbagai jenis hama, dan selanjutnya petani harus tahu tahapan cara menghilangkan hama. Di bawah ini, kami akan menjelaskan beberapa jenis wereng tanaman hidroponik yang harus petani ketahui.

1. Ulat.
Hama ulat ini sebenarnya sudah sangat tersohor di kalangan tukang kebun. Pasalnya popularitas ulat ini sendiri memang tidak perlu untuk diragukan lagi, bahkan menjadi lawan abadi bagi para petani. Juga termasuk pada tukang kebun yang tanamannya sering diserang oleh hama ulat. Diantara jenis ulat yang biasanya menyerang tanaman cabai adalah ulat grayak/spodoptera litura.

Ulat macam ini mampu memangsa daun hingga benar-benar habis dalam waktu yang singkat, sehingga bisa menyebabkan kemampuan fotosintetis dari tanaman cabai menjadi terganggu. Pada serangan yang sangat massif bisa menjadikan ulat grayak ini memangsa habis seluruh bagian daun, bahkan hanya sedikit menyisakan tulang-tulang daunnya saja.

2. Semut.
Semut merupakan hama utama di pertanian dan perkotaan, yang bisa merusak tanaman dan mengancam daerah pemukiman baik di luar maupun di dalam ruangan. Menurut beberapa pelatihan hidroponik dan jasa hidroponik di sebagian wilayah di Jawa Barat maupun di luar Jawa Barat, terdapat beberapa halangan yang dihadapi para petani secara global.

Kendala berkebun hidroponik yang kami sampaikan di sini merupakan masalah global yang sebenarnya sangat bisa dikendalikan dengan mudah. Beberapa kendala tersebut, antara lain:.

  • Dana berkebun hidroponik terbilang mahal
  • Keterbatasan lahan dan ruang
  • Teknik dan pemeliharaan yang rumit
  • Sulitnya memperoleh pasokan alat dan bahan.
author
Author: