hidroponik1 - Membuat Kebun Tanaman Hidroponik Dirumah
Membuat Kebun Tanaman Hidroponik Dirumah

Membuat Kebun Tanaman Hidroponik Dirumah – Hidroponik merupakan teknik bercocok tanam. Tanpa menggunakan media tanah dan menggunakan air. Meskipun demikian, memiliki tanaman hidroponik tidak terlalu membutuhkan banyak air seperti saat menanam dengan menggunakan media tanah. Tanaman hidroponik sangat cocok bagi kamu yang ingin menghemat air. Atau bagi kamu yang tinggal di daerah trophis dan tidak banyak memiliki pasokan air.

Bukan hanya membuat taman vertikal, membuat kebun yang berisi tanaman hidroponik pun tidak sesulit yang dibayangkan. Bahan-bahannya sangat mudah untuk ditemukan di pasaran, misalnya saja pralon dan gelas plastik. Untuk kamu yang tertarik, langsung saja simak cara yang akan Kami jelaskan berikut ini.

1. Mempersiapkan Alat dan Bahan Untuk Kebon Tanaman Hidroponik.

Untuk dapat membuat kebun tanaman hidroponik. Kamu juga membutuhkan pipa paralon dengan diameter 3 inci. Gelas plastik, Sambungan paralon, penutup paralon, gergaji, selang, , alat solder, alat bor, pompa aquarium, air, spons, dan biji tanaman hidroponik.

2. Melubangi Pipa Paralon Untuk Tanaman Hidroponik.

Gunakan bor, untuk membuat lubang di sepanjang pipa paralon yang sudah anda siapkan untuk membuat tanaman hidroponik. Kalian bisa menyesuaikan lubang pipa dengan ukuran gelas plastik yang akan kalian gunakan. Lebih baik anda, beri jarak antar lubang sekitar 20 cm agar tanaman tidak saling terjepit.

Lakukan hal serupa lagi dengan 1 buah pipa paralon juga. Lalu tutup salah satu ujungnya, dengan penutup paralon dan hubungkan lubang lainnya dengan pipa paralon lain menggunakan penyambung pipa. Setelah itu, kunci ujung pipa dengan penutup paralon tersebut.

3. Memasang Pompa Air Untuk Kebun Tanaman Hidroponik.

Anda dapat menggunakan selang dan pompa air untuk mengairi tanaman hidroponik yang akan kamu tanam nantinya. Cara kerjanya akan mirip dengan sistem irigasi. Ini akan berlaku apabila kalian menerapkan hidroponik dengan mengunakan teknik drip system. Jika kamu memakai teknik sumbu, tidak perlu menggunakan pompa air tersebut.

Pompa air ini tidak perlu kamu nyalakan sepanjang waktu. Cukup di pagi hari saja untuk menghemat air dan listrik. Selain itu, kamu juga harus mencermati ketinggian air. Jangan sampai memenuhi paralon karena tanaman bisa mati akibat kekurangan oksigen juga.

4. Melubangi Gelas Plastik Untuk Tanaman Hidroponik.

Langkah yang berikutnya, kamu harus melubangi gelas plastik untuk tanaman hidroponik. Alat untuk mempermudah kamu dalam proses ini adalah alat solder. Jika kamu tidak memilikinya, lubangi saja dengan cutter atau pisau, sangat mudah bukan.

Setelah itu, letakkan gelas-gelas plastik tersebut ke dalam lubang pipa paralon yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Sisakan juga satu lubang untuk jalur pemberian nutrisi pada tanaman hidroponik yang memiliki bentuk cair.

5. Meletakkan Bibit Tanaman Hidroponik.

Bila tempatnya sudah siap, kini saatnya kamu meletakkan bibit tanaman hidroponik. Siapkan juga spons yang sudah dipotong seukuran gelas plastik, kemudian letakkan bibit tanaman di atasnya.

Kemudian, kamu cuma perlu meletakkan spons tadi ke dalam masing-masing gelas plastik. Penggunaan spons sangat direkomendasikan karena mampu menyerap air lebih lama juga.

6. Memberikan Larutan Nutrisi Pada Tanaman Hidroponik.

Supaya tanaman hidroponik bisa tumbuh dengan sangat subur, kamu perlu juga memberikan larutan nutrisi secara rutin. Larutan nutrisi ini bisa kamu beli di toko atau buat sendiri. Untuk membuat larutan nutrisi tanaman hidroponik sendiri. Kamu bisa menggunakan juga Daun – daunan, bekatul, kotoran hewan ternak, gula merah, bioaktivator, dan air

7. Tanaman Yang Cocok Untuk Kebun Tanaman Hidroponik.

Mungkin tidak semua tanaman bisa tumbuh subur dengan cara hidroponik. Umumnya yang paling sering ditanam secara hidroponik ialah sayur dan buah.

Tanaman hidroponik ini juga bisa kamu tanam di kebun. Dan tumbuhan yang subur. Berupa sawi hijau, kailan, selada hijau, buncis, pare, pokcoy, bayam, dan stroberi. Sesuaikan juga ukuran pipa dan jarak antar lubang dengan besarnya tanaman hidroponik yang akan kamu tanam ya.

Mungkin dengan memiliki kebun tanaman hidroponik kamu bisa menanan sayur sendiri yang tentunya lebih sehat karena tidak menggunakan pestisida. Kantong aman, tubuh pun lebih sehat.

Demikianlah penjelasan kami seputar Membuat Kebun Tanaman Hidroponik Dirumah yang benar. Ikuti terus informasi menarik lain nya. Hanya Di hidroponik.web.id

hidroponik - Menanam Hidroponik Dirumah Dengan Alat Sederhana

Menanam Hidroponik Dirumah Dengan Alat Sederhana

Menanam Hidroponik Dirumah Dengan Alat Sederhana – Hidroponik merupakan salah satu metode menanam tumbuhan. Dengan cara di lakukan pembudidayaan dengan menggunakan air, Tanpa harus menggunakan tanah. Metode penanaman ini sangat cocok untuk kawasan yang memiliki lahan sempit.

Walaupun tidak menggunakan tanah, kita harus tetap memberikan nutrisi tanaman dengan cara menambahkan nutrisi dan unsur hara ke dalam air.

Hampir semua jenis sayur dan buah dapat dibudidayakan dengan cara menggunakan metode hidroponik. Untuk tanaman yang paling sering dibudidayakan dengan cara hidroponik adalah selada dan kangkung.

Peralatan yang dipergunakan untuk membuat hidroponik memang terbilang ribet, apalagi kalau hendak membudidayakan dalam jumlah yang banyak.

Ayo, kita lihat bagaimana menanam hidroponik dengan menggunakan alat yang cukup sederhana, antara lain:

Cara Menanam Hidroponik untuk Pemula

Untuk memulai cara menanam hidroponik, perlu anda ketahui terlebih dahulu konsep utama dari metode hidroponik.

Yang paling penting untuk penanaman hidroponik adalah pengairan yang lancar dan pemenuhan kebutuhan nutrisi tanaman yang tepat.

Bagi pemula, tidak terlalu muluk untuk membuat hidroponik yang besar dengan menggunakan sistem pengairan yang cukup susah.

Mulai yang sederhana terlebih dahulu, mari siapkan juga bahan dan peralatannya.

  • Benih tanaman
  • Rockwool
  • Botol bekas
  • Air
  • Larutan nutrisi

Setelah anda sudah menyiapkan semua bahan dan peralatan komplit, mulai penyemaian terlebih dahulu. Buat benih tumbuh menjadi bibit.

Waktu penyemaian memang tidak singkat dan terdapat beberapa kesulitan tersendiri apabila benih tak mau tumbuh. Ikuti langkah penyemaian berikut ini.

Cara Menanam Hidroponik, Tahap Penyemaian

Bahan untuk menyemaian benih cukup mudah, hampir sama juga dengan bahan di atas.

Tambahan beberapa peralatan seperti:

  • Gunting
  • Nampan plastik berbentuk persegi

Ayo, ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Potong rockwool dengan bentuk persegi ukuran kurang lebih 3 cm x 3 cm.
  2. Tata potongan rockwool yang sudah diberi cekungan ke dalam nampan persegi.
  3. Kemudian, basahi rockwool dengan menggunakan air. Jangan buat rockwool terlalu basah. Cukup basahi dengan disemprot.
  4. Setelah itu, beri cekungan bagian tengah rockwool dengan kedalaman kira-kira 0.25 cm. Atau bisa dengan membuat lubang kecil dengan menggunakan lidi.
  5. Masukkan benik ke dalam lubang kecil tersebut, dengan menggunakan lidi. Cukup satu benih saja.
  6. Tutup nampan dengan menggunakan plastik hitam dan simpan selama 2-3 hari, dan benih akan mulai tumbuh.
  7. Begitu muncul daun, segera pindahkan bibit ke tempat dengan cahaya yang cukup.
  8. Periksa setiap hari kondisi bibit. Jangan lupa untuk menyirami rockwool dengan menggunakan semprotan air kecil.
  9. Tunggu sampai bibit menumbuhkan daun sejati. Setelah itu, pindah bibit ke media hidroponik. Bisa mencoba 3 media di bawah ini.

Cara Menanam Hidroponik dengan Botol

Cara menanam hidroponik dengan botol iyalah cara termudah. Selain itu, banyak juga keuntungan yang didapat, seperti hemat tempat.

Anda tidak perlu menanam banyak tanaman karena anda bisa juga menyesuaikan dengan keinginan anda. Siapkan terlebih dahulu bahan berikut ini:

  • Botol minum bekas ukuran 1 liter.
  • Air.
  • Larutan nutrisi.
  • Kain flannel bekas.
  • Gunting atau cutter.

Cara membuat media hidroponik botol

  1. Pertama – tama, belah botol bekas menjadi dua bagian. Buang tutup botol.
  2. Buat larutan nutrisi, dengan mencampurkan air dengan nutrisi tanaman hidroponik yang bisa dibeli di pasaran, seperti AB-MIX. Ikuti cara pembuatannya.
  3. Setelah itu, tuangkan larutan nutrisi ke potongan botol bagian bawah.
  4. Ambil bagian botol atas, dan beri sumbu air dengan menggunakan kain flannel.
  5. Letakkan potongan botol bagian atas ke dengan posisi terbalik ke dalam botol berisi larutan nutrisi.
  6. Kemudian, ambil bibit hidroponik yang sudah disemai ke atas kain flannel di dalam botol.
  7. Jangan lupa untuk mengganti dan mengisi persediaan larutan air di botol bagian bawah.

Cara Menanam Hidroponik dengan Pipa Bekas

Selain juga dapat menggunakan botol bekas, kita bisa juga menggunakan pipa bekas untuk membuat media hidroponik.

Keuntungan menggunakan pipa bekas untuk hidroponik adalah kemampuan pipa menampung banyak tanaman. Dan dapat dengan kemudahan dalam mengalirkan air dan larutan nutrisi.

Bahan:
–    Pipa bekas
–    Alat untuk melubangi pipa
–    Gelas plastik bekas
–    Air
–    Ember
–    Larutan nutrisi

Cara membuat media hidroponik pipa bekas:

  1. Lubangi pipa bekas sesuai dengan ukuran gelas plastik yang akan digunakan.
  2. Buat jarak antar lubang sekitar 20 cm, agar tanaman bisa tumbuh optimal.
  3. Tutup lubang ujung pipa dengan penutup pipa.
  4. Selesai dengan pipa, siapkan gelas plastik. Beri lubang kecil di bagian bawah untuk penyerapan air dan pergerakan akar tanaman.
  5. Masukkan bibit yang sudah tumbuh ke dalam gelas plastik. Penuhi gelas plastik dengan sisa-sisa rockwool.
  6. Buat larutan nutrisi dalam ember, sesuai petunjuk dalam larutan nutrisi yang dibeli.
  7. Letakkan pipa bekas yang sudah dilubangi pada posisi tetap, bisa digantung atau diberi penyangga. Sebelumnya beri jalur air dua arah di setiap ujung pipa menggunakan pipa atau selang kecil.
  8. Alirkan air dari ember ke pipa bekas, lalu letakkan bibit hidroponik ke dalam lubang yang sudah dibuat di awal.
  9. Beri perawatan yang baik, dan tunggu waktu panen.

Sekian penjelasan dari kami mengenai Menanam Hidroponik Dirumah Dengan Alat Sederhana. Ikuti terus informasi menarik lain nya. Hanya di www.hidroponik.web.id

tanaman-hidroponik

Mengenal Media Tanam yang Cocok untuk Tanaman Hidroponik

Media Tanam Hidroponik – Mengenal Media Tanam yang Cocok untuk Tanaman Hidroponik. Sobat Hidroponik ceria dimanapun berada, pemberian makanan dalam sistem hidroponik menggunakan sebuah nutrisi khusus yang telah larut di dalam air. Variannya ada banyak sekali. Nah, di sini kita akan membahasnya beberapa yang utama.

Pertama adalah media arang sekam.

Kita yang hidup di Indonesia ini pasti mengenai arang sekam, sisa padi yang digiling. Kenapa arang sekam? Karena selain mudah di dapat, pada sekam yang telah dibakar biasanya telah terbebas dari berbagai kuman.Biarpun demikian, jangan salah karena arang sekam ini mampu memberikan anda hasil yang terbaik dalam menanam sayur mayur dan juga pembibitan bermacam-macam pohon.

Kedua adalah spons.

Perlengkapan untuk mencuci piring atau membersihkan area kaca jendela ini bagus jika dimanfaatkan sebagai salah satu media tanam hidroponik.

Ketiga adalah Rockwool.

Orang-orang juga menyebutnya dengan mineral wool. Ia adalah salah satu bahan non-organik yang berasal dari batuan yang telah dilelehkan. Bentuknya adalah semacam fiber berongga-rongga, berdiameter 6—10 mikromoter. Pada rockwool ini punya kemampuan dalam menahan air mencapai 10x . Juga menahan udara sebesar 20%, sehingga baik untuk untuk mendukung perkembangan organ akar tanaman. Pada rockwool, penggunaannya bukanlah selamanya. Akan tetapi hanya sekali saja. Keberadaannya sudah populer di antara para petani hidroponik.

Keempat adalah Coir atau disebut juga dengan cocopeat

Bahan yang asli dari alam terbuat dari sabut kelapa. Keberadaannya dapat difungsikan untuk menyemai biji tanaman hidroponik.

Kelima adalah Perlit

Sejenis kaca vulkanik amorf dengan kandungan air di dalamnya yang relatif tinggi. Kehadirannya dibentuk oleh adanya hidrasi obsidian, dimana pada proses tersebut sangat cocok untuk menetaskan telur hewan. Wow, benarkah? Ya memang benar adanya. Sehingga tak heran jika perlite ini digunakan unutk mepercepat proses pertumbuhan pada tanaman.

Keenam  adalah Pasir.

Pada media tanah pasir ini, bisa juga digunakan untuk pembenihan berbagai tanaman pantai dan juga pegunungan. Contohnya saja adalah penumbuhan buah kelapa di pantai dan juga biji kacang jenis sand bean.

Ketujuh adalah Kerikil.

Pada media tanam jenis batu kecil ini, dapat digunakan sebagai media tanam jika lokasinya adalah di dalam rumah kita. Karena pada kerikil ini mampu menambah kesan positif pada keindahan interior rumah.

Kedelapan adalah Serbuk kayu.

Pada serbuk kayu ini, biasanya digunakan untuk menanam aneka tanaman yang setiap harinya memerlukan kadar kelembaban tinggi, semisal jamur asasde.

Nah, bagaimana dengan semua varian media tanam tadi? Semoga menjadikan anda tak kehabisan ide untuk memilih media tanam yang sesuai dengan lingkungan anda.

Untuk informasi media tanaman hidroponik lain bisa mengunjungi temali.org.

Baca juga Menanam Hidroponik Dirumah Dengan Alat Sederhana

mengenali-jenis-hama-tanaman-hidroponik

Mengenali Jenis Hama Tanaman Hidroponik

Tempat dan Peralatan Hidroponik

Jenis Hama Tanaman Hidroponik – Aneka media tanam hidroponik bisa kita gunakan untuk berkebun. Tempat itu mempunyai fungsi untuk memberikan penyerapan untuk nutrisi oleh tanaman, dengan maksud untuk memperkuat akar dari tanaman tersebut.

Tempat hidroponik merupakan material atau bahan bukan tanah yang digunakan sebagai tempat tumbuh dan suburnya akar tanaman. Media tanam berguna sebagai penopang supanya tanaman dapat berdiri tegak dan tidak mudah roboh. Salah satu perbandingan yang jelas antara bercocok tanam konvensional dengan metode hidroponik terletak pada tempat yang dipakai.

Secara konvensional, tempat yang baik adalah tanah, sedangkan pada metode hidroponik memakai tempat bukan tanah. Beberapa macam media tanam yang selalu digunakan pada metode hidroponik antara lain; Sekam Bakar atau Arang Sekam, Expanded Clay, Spons, Cocopeat, Rockwool, Perlite, Pumice, Vermiculite, atau Akar Pakis.

Langkah Membuat Media Tanam Hidroponik Sederhana

a). Langkah awal dengan menyiapkan terlebih dahulu peralatan yang digunakan, Anda bisa menggunakan barang bekas misalnya:

– Botol plastik air biasa yang telah tidak dipakai
– Gelas plastik bekas air mineral
– Tabung plastik bekas minyak goreng
– Bahan untuk sumbu (kain panel).
– Nutrisi hidroponik.
– Media tanam.

b). Langakah ke2 cara membuat media tanam hidroponik sederhana.

– Potong botol menjadi dua sisi atas dan bawah.
– Lubangi botol bagian atas di daerah leher botol untuk memasang sumbu dan lubang udara.
– Kenakan sumbu ke bawah botol.
– Kemudian masukkan daerah atas botol ke bagian bawah botol dengan cara dibalik
– Masukkan bagian atas botol dengan tempat tanam yang sudah disediakan, fungsi media ini Cuma untuk tumpuan akar agar tidak rebah
– Tanam bibit atau taburkan 2 sampai 3 butir bibit tanaman ke bagian media tanam.
– Siram dengan menggunakan larutan nutrisi hidroponik.

c). Langkah terakhir simpan di tempat yang terhindar dari hujan akan tetapi masih bisa mendapatkan pencahayaan dari sinar matahari.

Alat hidroponik sangat dibutuhkan untuk menanam tanaman hidroponik terlebih lagi bagi kalangan berkantong tipis. Harga peralatan hidroponik juga terbilang murah. Seperti yang Anda saksikan bahwa menanam dengan cara hidroponik ialah pembudidayaan tanaman dengan memanfaatkan air yang banyak unsur hara tanpa menggunakan tanah.Dengan menerapkan sistem metode hidroponik, kebutuhan air pada tanaman akan lebih sedikit dari pada kebutuhan air pada budidaya air dengan menggunakan tanah. Sehingga cara hidroponik sangat tepat digunakan di wilayah yang sumber tanah yang sedikit.

Alat yang digunakan untuk membudidayakan hidroponik adalah benih, rockwool, netpot, kain panel, bak, steorofom. ke-7 peralatan ini harus dipenuhi agar tanaman hidroponik yang anda lakukan berjalan dengan baik.

Ada banyak keutamaan yang disajikan untuk melestarikan tanamanan dengan sistem hidroponik. Alasan pertama yaitu dalam menamam hidropnik tidak begitu membutuhkan arera atau pekarangan yang luas.

Dan hal semacam ini sangat cocok diaplikasikan untuk para ibu rumah tangga. Dimana mereka dapat memaksimalkan tempat atau pekarangan rumahnya untuk melestarikan tanaman dengan menggunakan sistem hidroponik.

Berikut ini beberapa kelebihan serta alasan untuk menguatkan motivasi anda belajar menanam tanaman dengan teknik hidroponik, antara lain:.
  • Bercocok tanam hidroponik terbukti tidak memerlukan banyak biaya apabila dikaitkan dengan menanam teknik biasa di atas tanah karena tidak perlu menyiramkan air setiap hari karena cairan nutrisi/media larutan mineral yang dipergunakan telah tertampung di dalam ember yang dipakai, sehingga kita tinggal melakukan pengamtatan saja.
  • Bercocok tanam hidroponik dapat mengoptimalkan ruangan yang terbatas sebab tidak membutuhkan lahan yang banyak, bahkan media tanaman dapat dibuat dengan cara anak tangga. Bertanam hidroponik terbukti ramah lingkungan karena tidak menggunakan cairan kimia atau obat hama yang bisa mengkontaminasi tanah, menggunakan air hanya 1/20 dari tanaman biasa, dan mengurangi CO2 sebab tidak perlu menggunakan kendaraan atau mesin.
  • Tanaman hidroponik tidak merusak tanah sebab tidak memakai media tanah serta juga tidak membutuhkan tempat yang lebar.
  • Hasil tanaman hidroponik bisa dimakan secara menyeluruh termasuk akar karena terbebas dari kotoran dan hama.
  • Dapat memeriksa akar tanaman dengan jelas secara berkala untuk mengontrol pertumbuhannya.

Pengendalian Hama

Wereng sebenarnya hewan kecil yang sedang mencari makan untuk kelangsungan hidupnya. Namun keberadaannya yang kerapkali memakan dedaunan dan menjadikan hama termasuk makhluk kecil yang dimusuhi oleh petani. untuk jenis tanaman hidroponik, tidak berarti tanaman bebas dari serangan wereng, tapi tetap aja ada wereng yang menganggu keberlangsungan hidup tanaman hidroponik.

Sebagai seorang pemilik tanaman hidroponik, pastinya harus paham wereng jenis apa saja yang dapat mengancam pertumbuhan tanaman. Pemilik, Anda, Tukang kebun harus tahu berbagai jenis hama, dan selanjutnya petani harus tahu tahapan cara menghilangkan hama. Di bawah ini, kami akan menjelaskan beberapa jenis wereng tanaman hidroponik yang harus petani ketahui.

1. Ulat.

Hama ulat ini sebenarnya sudah sangat tersohor di kalangan tukang kebun. Pasalnya popularitas ulat ini sendiri memang tidak perlu untuk diragukan lagi, bahkan menjadi lawan abadi bagi para petani. Juga termasuk pada tukang kebun yang tanamannya sering diserang oleh hama ulat. Diantara jenis ulat yang biasanya menyerang tanaman cabai adalah ulat grayak/spodoptera litura.

Ulat macam ini mampu memangsa daun hingga benar-benar habis dalam waktu yang singkat, sehingga bisa menyebabkan kemampuan fotosintetis dari tanaman cabai menjadi terganggu. Pada serangan yang sangat massif bisa menjadikan ulat grayak ini memangsa habis seluruh bagian daun, bahkan hanya sedikit menyisakan tulang-tulang daunnya saja.

2. Semut.

Semut merupakan hama utama di pertanian dan perkotaan, yang bisa merusak tanaman dan mengancam daerah pemukiman baik di luar maupun di dalam ruangan. Menurut beberapa pelatihan hidroponik dan jasa hidroponik di sebagian wilayah di Jawa Barat maupun di luar Jawa Barat, terdapat beberapa halangan yang dihadapi para petani secara global.

Kendala berkebun hidroponik yang kami sampaikan di sini merupakan masalah global yang sebenarnya sangat bisa dikendalikan dengan mudah. Beberapa kendala tersebut, antara lain:.

  • Dana berkebun hidroponik terbilang mahal
  • Keterbatasan lahan dan ruang
  • Teknik dan pemeliharaan yang rumit
  • Sulitnya memperoleh pasokan alat dan bahan.

Baca juga Hidroponik Sistem Rakit Apung

belajar-mengetahui-tempat-dan-peralatan-hidroponik
belajar-mengetahui-tempat-dan-peralatan-hidroponik

Belajar Mengetahui Tempat dan Peralatan Hidroponik

Peralatan Hidroponik – Cara Belajar Mengetahui hidroponik dan Peralatan Hidroponik serta Jenis-jenis media tanam hidroponik dapat kita pakai untuk berkebun. Media tanam itu memiliki kegunaan untuk membantu penyerapan terhadap nutrisi oleh tanaman, dengan maksud untuk menguatkan akar dari tanaman tersebut.

Tempat hidroponik adalah material atau bahan non tanah yang dipakai untuk lokasi tumbuh dan berkembangnya akar tanaman. Tempat tanam berfungsi sebagai penopang supanya tanaman dapat berdiri tegak dan tidak mudah roboh. Salah satu perbandingan yang mencolok antara menanam konvensional dengan metode hidroponik berada pada media tanam yang digunakan.

Secara konvensional, media tanam yang wajib adalah tanah, sedangkan pada metode hidroponik menggunakan media bukan tanah. Beberapa jenis tempat tanam yang biasa dipakai pada sistem hidroponik antara lain; Sekam Bakar atau Arang Sekam, Expanded Clay, Spons, Cocopeat, Rockwool, Perlite, Pumice, Vermiculite, atau Akar Pakis.

Alat hidroponik sangat dibutuhkan untuk menanam tanaman hidroponik terlebih lagi untuk kalangan kaya. Harga peralatan hidroponik juga murah. Seperti yang kita saksikan bahwa menanam dengan cara hidroponik yaitu pembudidayaan tanaman dengan memaksimalkan air yang banyak nutrisi tanpa menggunakan tanah.

Dengan menggunakan metode nutrisi hidroponik, kebutuhan air pada tanaman akan lebih sedikit dari pada keperluan air pada budidaya air dengan menggunakan tanah. Sehingga teknik hidroponik sangat tepat diaplikasikan di area yang sumber tanah yang terbatas.

Alat yang digunakan untuk menanam hidroponik adalah benih, rockwool, netpot, kain panel, bak, steorofom. Ketujuh peralatan ini harus dipenuhi agar tanaman hidroponik yang anda terapkan berjalan dengan baik.

Baca juga Manfaat Bertanam Hidroponik di Halaman Rumah

  • 1
  • 2