botol-mineral-bekas-hidroponik

Cara Menanam Hidroponik dengan Botol Mineral Bekas

Cara Menanam Hidroponik dengan Botol Mineral Bekas. Pada budidaya hidroponik, telah menjadi trend pertanian saat ini dan salah satu solusi efektif dalam bertanam. Begitu mudah dipraktikkan siapa saja, dari anak – anak hingga ibu rumah tangga di manapun berada.

Dikatakan mudah, karena memang kita (yang akan menanam) tak perlu mengotori jari tangan dengan tanah, bisa menyiram tanaman tak perlu dengan cara yang manual, bahkan tak jaman jika harus berpanas-panasan di area terik matahari siang hari.

Keunggulan lagi dari bertanam secara hidroponik adalah dengan memanfaatkan banyak benda-benda bekas yang ada di sekitar rumah kita. Salah satu yang bisa dipakai adalah bekas dari botol air mineral.

Untuk membuat persiapan bertanam hidroponik dengan media botol air mineral sebenarnya juga tidaklah rumit. Anda cukup dengan menyiapkan media botol air mineral yang ukurannya 1 liter, lalu media tanamnya (bisa rockwool atau floral foam), gunting, sumbu flanel, cutter, dan juga paku yang nantinya untuk melubangi botol air.

Sementara itu, untuk mengairinya bisa dengan menggunakan sistem rakit apung dan juga sumbu. Tak begitu sulit jika nantinya sudah praktek secara langsung.

langkah-langkah secara detail untuk merakit hidroponik dengan media botol air mineral seperti berikut ini :

langkah-langkah-secara-detail-untuk-merakit-hidroponik

  • Potonglah botol yang sudah bekas air mineral jadi dua bagian. Bisa menggunakan cutter ataupun gunting.
  • Lalu panaskan paku yang telah disiapkan, buat beberapa lubang yang berdiameter 1 cm di area potongan botol atas, juga bagian bawah yang untuk aerasi. Tetapi, apabila pemberian nutrisinya ingin menggunakan sistem sumbu, maka baiknya dengan membiarkan tutup botol seperti semula di tempatnya. Setelahnya, buatlah lubang yang tepat berada di tengah-tengah bagian tutup botol. Ini nantinya untuk memasukkan bagian dari sumbu flanel.
  • Apabila pemberian nutrisinya akan menggunakan sistem apung, maka bukalah tutup botolnya. Sehingga nantinya akar bisa menembus media tanam.agar bisa berkembang baik di area permukaan larutan nutrisi.
  • Usai itu, masukkanlah potongan botol yang bagian atas ke area potongan yang bagian bawah. Pastikan sebelumnya sudah diisi terlebih dulu dengan larutan nutrisi.
  • Lalu masukkan media tanam, masuk ke dalam botol yang bagian atas.

Baca juga Membuat Kebun Tanaman Hidroponik Dirumah

menanam-sayur-hidroponik
menanam-sayur-hidroponik

Praktek Menanam Sayur Hidroponik “Wick System”

Menanam Sayur Hidroponik – Wick System atau sitem sumbu adalah salah satu metode hidroponik yang paling mudah untuk diterapkan, bagi para pemula dan ibu-ibu biasanya sistem ini adalah sistem yang paling digemari.

Soalnya bahan-bahannya gampang didapat seperti wadah air bisa dari ember biasa, styrofoam bekas buah dari toko buah atau yang paling gampang dicari yaitu botol aqua bekas. Dan Juga untuk menyerap air kita membutuhkan sumbu dari kain flanel, kain ini juga bisa kita temukan di toko kain biasa.

Sebelum kita mulai praktek, yuk kita kumpulkan bahan-bahanya dulu.

Bahan-bahannya Sayur Hidroponik, antara lain :

  • Bak Air untuk menampung Nutrisi
  • Net Pot
  • Kain Flanel
  • Styrofoam
  • Rockwool
  • Bibit tanaman sayur
  • Nutrisi ABmix

Langkah-langkah Menanam Sistem Wick

  • Potonglah Rockwool bentuk dadu ukuran 2.5 x 2.5 cm
  • Rendam Rockwool dengan air biasa sebentar saja
  • Angkat Rockwool, kibaskan tanpa diperas
  • Tata Rockwool yang rapi dalam piring atau nampan
  • Buat Lubang untuk benih dengan menggunakan tusuk gigi
  • Benih yang kecil bisa diangkat dengan tusuk gigi, letakkan pada lubang di Rockwool yang tadi dibuat
  • Setelah benih disemai, tutupi dengan plastik hitam untuk menghindari cahaya
  • Apabila benih sudah mulah pecah atau sprout, mulai kenalkan matahari pagi dari jam 7 sd jam 10
  • Semprot pagi dan sore Rockwoolnya agar tidak kering
  • Saat tanaman sudah berdaun 4, kita sudah bisa memberikan nutrisi
  • Siapkan air bersih dalam wadah
  • Dalam setiap satu liter air, tambahkan 5ml Nutrisi A dan 5ml Nutrisi B, aduk hingga rata
  • Siapkan netpot dan sumbu, lalu letakkan tanaman diatas sumbu
  • Masukkan kedalam lubang styrofoam

Catatan:

Untuk menjaga agar oksigen untuk akar tetap ada, usahakan membuat lubang-lubang kecil pada styrofoam, atau bisa juga menambahkan aerator agar didalam wadah tetap ada gelembung udara
Sistem ini bisa kita pakai untuk menanam sayur selada, sawi, kangkung, bayam dan sayur lainnya.

Baca juga Mengenali Jenis Hama Tanaman Hidroponik

belajar-mengetahui-tempat-dan-peralatan-hidroponik

Cara Mudah Membuat  Tanaman Hidroponik

Cara Membuat Tanaman Hidroponik yang relatif mudah dan sederhana adalah dengan sistem wick, untuk konsep dasarnya silahkan di baca dulu di sini Menanam Sayur Hidroponik. Cara ini bisa kita kreasikan menggunakan wadah apapun yang bisa kita temui di sekitar kita di sekitar rumah kita. Coba perhatikan gambar-gambar di bawah ini, dan sesuaikan dengan metode sistem wick.

Cara membuat tanaman hidroponik dengan sistem wick ini dianggap paling mudah dan sangat sesuai untuk mereka yang baru belajar mulai melakukan hidroponik. Sistem ini tidak memerlukan peralatan yang rumit karena cara membuat tanaman hidroponik dilakukan dengan mengalirkan nutrisi melalui sumbu. Cara ini sangat sederhana dan sesuai untuk dilakukan di rumah dalam skala kecil.

Cara Membuat  Tanaman Hidroponik – Persiapan Media Tanam dan Nutrisi Hidroponik

Sebelum melakukan cara membuat tumbuhan hidroponik, Anda harus terlebih dulu menyiapkan nutrisi yang diperlukan. Untuk membuat larutan nutrisi, Anda memerlukan Urea sebanyak 1000 gram, KCL juga sebanyak 1000 gram, pupuk NPK sebanyak 100 gram dan pupuk daun atau gandasil sebanyak 50 gram. Nantinya semua pupuk ini akan dilarutkan sebagai sumber nutrisi tumbuhan . Ketersediaan nutrisi ini akan menjamin pertumbuhan tumbuhan yang dilakukan dengan cara membuat tumbuhan hidroponik berlangsung maksimal. Jika tidak mau repot silahkan beli saja nutrisi hidroponik di toko pertanian atau di tokopedia yang jual buanyak hehehe

Selain nutrisi, pilihan media sebagai cara membuat tumbuhan hidroponik juga tidak kalah penting. Media tumbuhan hidroponik yang bisa digunakan untuk adalah arang, sekam, spons, rock wool hingga pecahan batu bata. Media tanam dari batu kerikil pasir malang juga dapat digunakan untuk tumbuhan hidroponik ini. Anda hanya perlu mencari media tanam yang paling mudah dan cukup murah di dapatkan di sekitar Anda. Dengan demikian Anda tidak mengeluarkan banyak dana untuk mempraktekkan cara membuat tanaman hidroponik.

Untuk wadah silahkan anda menyiapkan sendiri sesuai kreatifitas anda di bawah ini kami berikan beberapa gambar yang dapat menjadi ide untuk anda. Ini hanya sebagian yang bisa kami share, silahan googling jika informasi ini masih belum cukup. kami harap artikel tentang Cara Membuat  Tanaman Hidroponik ini bermanfaat untuk Anda semua.

cara-membuat-tanaman-hidroponik-1

cara-membuat-tanaman-hidroponik-2

Cara Membuat Tanaman Hidroponik

Cara Membuat Tanaman Hidroponik

Tehnik Menanam Kangkung Hidroponik dengan botol bekas

Cara Menanam Kangkung Hidroponik – Bertanam secara hidroponik dengan peralatan dan perlengkapan yang komplit biasanya membutuhkan biaya awal yang besar. Untuk sekedar hobi atau menyalurkan kegemaran berkebun peralatan dan bahan bisa disiasat dengan bahan yang murah sederhana dan ada di sekitar rumah. Berikut ini membuat wadah tanam hidroponik sederhana dengan menggunakan botol air bekas. Untuk tanaman uji digunakan bibit tanaman kangkung darat.

Alat dan bahan yang diperlukan :

  • Botol bekas air mineral / aqua
  • Gunting/cutter
  • Gelas plastik kecil bekas
  • Arang sekam
  • Bibit Kangkung darat
  • Solder atau paku
  • Cairan nutrisi hidroponik

Langkah Pembuatan Model Botol Rebah

Pada model ini botol diposisikan seperti pipa horizontal. Hitung-hitung sambil belajar jika tertarik untuk bertanam hidroponik dengan menggunakan pipa pralon atau PVC yang panjang. Model ini termasuk rakit apung tanpa menggunakan sumbu.

cara-menanam-kangkung-hidroponik-1

Gelas kecil yang telah disediakan diberi lubang merata pada bagian bawah dan samping memutar. Gelas ini nantinya digunakan untuk wadah sekam bakar dan tempat penanaman bibit kangkung.

Botol aqua dalam posisi rebah mendatar, dan bagian atas dibuat dua buah lubang saja yang cukup besar untuk memasukkan gelas plastik tadi. Jika digunakan botol yang lebih besar panjang bisa ditambahkan jumlah lubangnya. Botol aqua ini nantinya berfungsi untuk tempat larutan nutrisi hidroponik. Jangan lupa untuk memberikan lubang dengan solder atau paku / kawat yang dipanasi pada beberapa bagian botol untuk tempat sirkulasi udara. Lubang ini dibuat di atas ketinggian air larutan hidroponik.

Bibit kangkung yang sebelumnya telah disemai, diambil dan media tanam yang terikut dibersihkan dengan air. Bisa langsung di pancuran kran atau di ember. Setelah itu akar kangkung dimasukkan ke dalam gelas plastik dengan posisi akar sebagian dikeluarkan lewat lubang bagian bawah, agar nanti langsung menyentuh larutan nutrisi. Sekam bakar kemudian ditimbunkan kedalam gelas plastik hingga tanaman dapat berdiri dengan tegak. Siram dengan air.

Masukkan air nutrisi ke dalam botol dan gelas plastik dimasukkan ke dalam tempat lubangnya.

cara-menanam-kangkung-hidroponik-2

Agar botol yang bentuknya bulat ini berada dalam posisi rebah tidak terguling, bisa digabungkan dua atau tiga buah botol sekaligus dengan ikatan tali atau digabung dengan cara disteples pada sisinya.

Model Botol Berdiri

Botol diiris jadi dua kira-kira dari kepala botol sepanjang sepertiga tinggi botol. Bagian atas botol akan diposisikan terbalik hingga dapat difungsikan sebagai tempat media sekam dan penanaman. Pada bagian tutup botol dan sekelilingnya dibuat lubang sebagai sirkulasi air, udara dan tempat keluarnya akar. Bagian badan botol juga dilubangi untuk sirkulasi udara.

cara-menanam-kangkung-hidroponik-3

Bibit kangkung kemudian ditanam dengan cara sebagian akar keluar lubang bawah yang dibuat di tutup botol tadi. Jika akar terlalu pendek, bisa dicari cara dengan pemasangan sumbu dari kain agar air dari bawah bisa naik ke atas media dan perakaran (sistem wick / sistem sumbu). Isi badan botol dengan larutan nutrisi hidroponik, tidak perlu direndam semua cukup sampai sebagian akar yang berada di bawah tutup botol, tinggal menunggu tanaman tumbuh dan berkembang.

Tanaman hidroponik tetap membutuhkan sinar matahari, tempatkan di tempat yang mendapat banyak sinar namun jangan kena air hujan, agar larutan nutrisi tidak menjadi encer. Jangan terlupa untuk pengecekan larutan nutrisi dalam botol karena volumenya akan berkurang akibat diserap tanaman dan penguapan. Tambahkan larutan nutrisi secara berkala.

Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit yang ditemui sementara ini adalah kutu putih pada tanaman kangkung dan ulat pada daun sawi. Karena jumlahnya tidak banyak, pemberantasan hama-hama ini masih dengan cara manual yaitu digilas pakai tangan.

Hasil Praktek Hidroponik Setelah 17 Hari

Berikut ini foto kangkung hidroponik botol aqua setelah 17 hari usai tanam.

cara-menanam-kangkung-hidroponik-4

Dari 6 tanaman kangkung yang ada pada tiap botol mampu menghabiskan larutan nutrisi dalam satu hari, bahkan pada tiga hari terakhir jam 2 siang larutan sudah habis.

cara-menanam-kangkung-hidroponik-5

Model botol berdiri setelah 17 hari, batang tumbuh tegak dan daun-daunnya berwarna hijau tidak mengalami klorosis. Daun yang klorosis berwarna kuning. Sementara itu di dalam botol larutan tumbuh lumut-lumut berwarna hijau.

Saran untuk Perbaikan Menanam Kangkung Hidroponik dengan Botol Bekas

  1. Agar larutan tidak ditumbuhi lumut, bagian luar botol dapat dilapisi cat berwarna gelap atau dibungkus plastik berwarna gelap sehingga sinar matahari tidak dapat masuk.
  2. Ukuran botol terlalu kecil, sehingga larutan cepat habis. Botol bisa diganti dengan yang memiliki volume lebih besar.
  3. Penanaman awal tidak harus dengan cara akar dikeluarkan hingga menyentuh larutan nutrisi. Pada prakteknya yang penting larutan nutrisi dapat menjangkau media, entah dengan bantuan sumbu atau sebagian media yang masuk tercelup ke dalam larutan, tanaman tetap tumbuh baik.
  4. Penggunaan spon untuk media tanam pada praktek ini hasilnya kurang memuaskan.

Baca juga Manfaat Bertanam Hidroponik di Halaman Rumah

Cara Hidroponik Sistem Rakit Apung

Hidroponik Sistem Rakit Apung adalah yang sistem paling sederhana dari semua sistem hidroponik aktif. Platform yang memegang tanaman biasanya terbuat dari styrofoam dan mengapung langsung pada larutan nutrisi. suplai oksigen ke akar tanaman menggunakan pompa aquarium yang dimasukkan ke dalam bak penampung nutrisi hidroponik.

hidroponik-sistem-rakit-apung
hidroponik-sistem-rakit-apung

Kelemahan terbesar dari sistem semacam ini adalah bahwa hidroponik sistem rakit mengapung tidak bekerja efektif pada tanaman besar atau pada tanaman jangka panjang.

hidroponik-sistem-rakit-apung-1

Cara Bertanam Hidroponik Sistem Rakit Apung

Cara bertanam hidroponik yang sederhana dengan sistem rakit apung, salah satunya adalah dengan sistem mengapung (Water culture). Bibit sayuran tanaman yang membutuhkan air banyak dengan jangka waktu tanam relatif singkat ( kangkung, sawi sawi-an, seperti Sawi Caisim, Sawi Pak Choy, Sawi Bakso, Sawi Bunga dan Sawi Petsai). sebelumnya dilakukan penyemaian di media sekam bakar/ cocopeat sampai tumbuh daun 2-3 helai daun sejati.

Untuk membuat hidroponik sistem rakit apung sederhana peralatan yang perlu disiapkan adalah sebagai berikut

  1. Sebuah bak plastik yang berukuran 50 x 30 cm, lalu tinggi 20 cm yang berguna untuk menampung adanya larutan nutrisi;
  2. Rockwool sebagai media tanam;
  3. Gelas air mineral sebagai net pot sebagai wadah tumbuhnya si kangkung;
  4. Sediakan juga styrofoam yang berukuran 50 x 30 cm;
  5. Cutter yang gunanya untuk memotong bagian stryrofoam.
  6. Aluminium foil sebagai pelapis styrofoam.
  7. Paku untuk melubangi beberapa bagian dari gelas air mineral.

Prinsip pada bertanam secara hidroponik rakit apung adalah dengan menempatkan tanaman terapung tepat berada di atas cairan nutrisi. Kelebihan dari metode ini adalah nantinya tanaman akan mendapatkan pasokan air dan juga nutrisi secara rutin, sehingga bisa memudahkan perawatan.

ilustrasi dari sistem hidroponik rakit mengapung sederhana menggunakan bak air.

Tahapannya Bertanam Hidroponik Sistem Rakit Apung adalah sebagai berikut :

1. Pertama-tama, potonglah styrofoam sesuai dengan kebutuhan ukuran permukaan pada bak plastik, kemudian lapisilah menggunakan alumunium foil.
hidroponik-sistem-rakit-apung-2

2. Buatlah lubang di permukaan styrofoam, dengan jarak antar lubang agak rapat. Lubang ini nantinya untuk menempatkan gelas air mineral tadi. Pun pada gelas air mineral, bagian bawahnya dilubangi.
hidroponik-sistem-rakit-apung-3

3. Aturlah net pot ke dalam lubang styrofoam. Putar dan tata bagian dasar pada net pot, hingga menyentuh bagian permukaan pada larutan nutrisi. Bisa juga ketinggian net pot dibuat rata-rata 5 cm dari dasar wadah bak plastik tadi.
hidroponik-sistem-rakit-apung-4

4. Yang terakhir, potonglah rockwool menyerupai kubus berukuran 3 x 3 x 3 cm. Kemudian guntinglah, supaya terbentuk celah. Di sinilah, bibit kangkung tadi diletakkan di area celah rockwool. Setelahnya, tempatkanlah bibit kangkung tersebut pada dasar net pot.
hidroponik-sistem-rakit-apung-5

hidroponik-sistem-rakit-apung-6

Perawatan tanaman bisa dengan cara berikut ini :

  • Menempatkan bak plastik pada area yang terkena cukup sinar matahari,
  • Senantiasa jaga kondisi cairan nutrisi agar senantiasa ada,
  • Pastikan akar Tanaman tetap menempel pada larutan nutrisi.
  • Demikian ulasan tentang bertanam hidroponik sederhana dengan hidroponik sistem rakit mengapung, silahkan mencoba.

Baca juga Jenis Tanaman Hidroponik yang Dibudidayakan

  • 1
  • 2