Tanaman Hidroponik

tanaman-hidroponik

Mengenal Media Tanam yang Cocok untuk Tanaman Hidroponik

Media Tanam Hidroponik – Mengenal Media Tanam yang Cocok untuk Tanaman Hidroponik. Sobat Hidroponik ceria dimanapun berada, pemberian makanan dalam sistem hidroponik menggunakan sebuah nutrisi khusus yang telah larut di dalam air. Variannya ada banyak sekali. Nah, di sini kita akan membahasnya beberapa yang utama.

Pertama adalah media arang sekam.

Kita yang hidup di Indonesia ini pasti mengenai arang sekam, sisa padi yang digiling. Kenapa arang sekam? Karena selain mudah di dapat, pada sekam yang telah dibakar biasanya telah terbebas dari berbagai kuman.Biarpun demikian, jangan salah karena arang sekam ini mampu memberikan anda hasil yang terbaik dalam menanam sayur mayur dan juga pembibitan bermacam-macam pohon.

Kedua adalah spons.

Perlengkapan untuk mencuci piring atau membersihkan area kaca jendela ini bagus jika dimanfaatkan sebagai salah satu media tanam hidroponik.

Ketiga adalah Rockwool.

Orang-orang juga menyebutnya dengan mineral wool. Ia adalah salah satu bahan non-organik yang berasal dari batuan yang telah dilelehkan. Bentuknya adalah semacam fiber berongga-rongga, berdiameter 6—10 mikromoter. Pada rockwool ini punya kemampuan dalam menahan air mencapai 10x . Juga menahan udara sebesar 20%, sehingga baik untuk untuk mendukung perkembangan organ akar tanaman. Pada rockwool, penggunaannya bukanlah selamanya. Akan tetapi hanya sekali saja. Keberadaannya sudah populer di antara para petani hidroponik.

Keempat adalah Coir atau disebut juga dengan cocopeat

Bahan yang asli dari alam terbuat dari sabut kelapa. Keberadaannya dapat difungsikan untuk menyemai biji tanaman hidroponik.

Kelima adalah Perlit

Sejenis kaca vulkanik amorf dengan kandungan air di dalamnya yang relatif tinggi. Kehadirannya dibentuk oleh adanya hidrasi obsidian, dimana pada proses tersebut sangat cocok untuk menetaskan telur hewan. Wow, benarkah? Ya memang benar adanya. Sehingga tak heran jika perlite ini digunakan unutk mepercepat proses pertumbuhan pada tanaman.

Keenam  adalah Pasir.

Pada media tanah pasir ini, bisa juga digunakan untuk pembenihan berbagai tanaman pantai dan juga pegunungan. Contohnya saja adalah penumbuhan buah kelapa di pantai dan juga biji kacang jenis sand bean.

Ketujuh adalah Kerikil.

Pada media tanam jenis batu kecil ini, dapat digunakan sebagai media tanam jika lokasinya adalah di dalam rumah kita. Karena pada kerikil ini mampu menambah kesan positif pada keindahan interior rumah.

Kedelapan adalah Serbuk kayu.

Pada serbuk kayu ini, biasanya digunakan untuk menanam aneka tanaman yang setiap harinya memerlukan kadar kelembaban tinggi, semisal jamur asasde.

Nah, bagaimana dengan semua varian media tanam tadi? Semoga menjadikan anda tak kehabisan ide untuk memilih media tanam yang sesuai dengan lingkungan anda.

Untuk informasi media tanaman hidroponik lain bisa mengunjungi temali.org.

Baca juga Menanam Hidroponik Dirumah Dengan Alat Sederhana

Jenis-jenis Bertanam Hidroponik

Bertanam Hidroponik – Bertanam hidroponik adalah bertanam yang tidak seperti biasanya yang menggunakan tanah. Lho bagaimana bisa? Ya, dengan menggunakan media lain yang juga berfungsi sebagai pengganti tanah. Seperti misal bekam, arang kayu, dsb.

Asalkan aspek – aspek penting dalam bertanam hidroponik dapat dipenuhi, maka tanaman yang kita tanam dapat tumbuh dengan baik. Aspek yang dimaksud adalah : air, cahaya, oksigen, nutrisi yang cukup, dan tentunya kasih sayang dari anda.

Nah, di artikel ini kita akan membahas mengenai varian dalam bertanam secara hidroponik diantaranya adalah

Pertama adalah sistem Hidroponik bernama “Irigasi Tetes”.

irigasi-tetes

Pada metode yang pertama ini, kita akan menggunakan arang sekam padi, kerikil, pasir, dan juga bahan lain yang sebelumnya telah disterilkan sebagai persiapan menjadi media tanam.

  • Pada model hidroponik ini cocok untuk tipe sayuran buah.
  • Pada air bernutrisi tersebut, akan menetes sendiri ke media tanam sedikit demi sedikit.
  • Kelebihan dari sistem ini adalah : lebih hemat air, air akan merata pada setiap tanamannya dan juga mudah dalam melakukan penyiraman.
  • Kekurangannya adalah oksigen di perakaran akan sedikit jika media terlalu padat.

Kedua adalah Sistem Hidroponik bernama “Wick system”.

wick-system

Di metode ini, media tanamnya adalah larutan campuran dari hara makro dan mikro. Ini akan menjadikan akar tanaman dapat menyentuh dan menyerap cairan larutan yang penuh dengan nutrisi itu.

  • Media tanam yang digunakan umumnya adalah rockwool atau juga sekam bakar.
  • Air bernutrisi tadi, ditarik keatas menggunakan sebuah sumbu.
  • Kelebihan pada metode jenis ini adalah : Mudah menggunakan, murah biayanya dan disukai oleh kalangan pemula hidroponik
  • Sedang kekurangannya adalah : Nutrisi musti diucek minimal 2-3 kali dalam sehari supaya nutrisinya mudah diserap dan juga oksigen tersirkulasi

Ketiga adalah Sistem Hidroponik bernama “Nutrient film tehnique”.

nutrient-film-tehnique

Di metode ini, pada tanaman akan di tanam memanjang di sebuah selokan yang terbuat dari sebuah plastik ataupun logam anti karat. Pada selokan tersebut nantinya akan dialiri oleh air bernutrisi unsur hara, oleh karenanya pada akar tanaman nantinya akan muncul sebuah lapisan tipis bagian dari makanan tanaman itu.

  • Pada model NFT ini begitu cocok untuk produksi sayuran.
  • Pada model ini oksigennya mampu terlarut tinggi.
  • Pada tanaman akan secara otomatis bisa menyerap hara secara lebih banyak dan juga mudah.
  • Yang terpenting adalah kemiringan tempat, area penyimpanan air dan juga perawatan NFT.

Dari ketiga jenis bertanam hidroponik di atas, anda tinggal memilih mana yang kiranya sesuai dengan keinginan anda.

Baca juga Media Tanam Untuk Tanaman Hidroponik

menanam-sayur-hidroponik
menanam-sayur-hidroponik

Praktek Menanam Sayur Hidroponik “Wick System”

Menanam Sayur Hidroponik – Wick System atau sitem sumbu adalah salah satu metode hidroponik yang paling mudah untuk diterapkan, bagi para pemula dan ibu-ibu biasanya sistem ini adalah sistem yang paling digemari.

Soalnya bahan-bahannya gampang didapat seperti wadah air bisa dari ember biasa, styrofoam bekas buah dari toko buah atau yang paling gampang dicari yaitu botol aqua bekas. Dan Juga untuk menyerap air kita membutuhkan sumbu dari kain flanel, kain ini juga bisa kita temukan di toko kain biasa.

Sebelum kita mulai praktek, yuk kita kumpulkan bahan-bahanya dulu.

Bahan-bahannya Sayur Hidroponik, antara lain :

  • Bak Air untuk menampung Nutrisi
  • Net Pot
  • Kain Flanel
  • Styrofoam
  • Rockwool
  • Bibit tanaman sayur
  • Nutrisi ABmix

Langkah-langkah Menanam Sistem Wick

  • Potonglah Rockwool bentuk dadu ukuran 2.5 x 2.5 cm
  • Rendam Rockwool dengan air biasa sebentar saja
  • Angkat Rockwool, kibaskan tanpa diperas
  • Tata Rockwool yang rapi dalam piring atau nampan
  • Buat Lubang untuk benih dengan menggunakan tusuk gigi
  • Benih yang kecil bisa diangkat dengan tusuk gigi, letakkan pada lubang di Rockwool yang tadi dibuat
  • Setelah benih disemai, tutupi dengan plastik hitam untuk menghindari cahaya
  • Apabila benih sudah mulah pecah atau sprout, mulai kenalkan matahari pagi dari jam 7 sd jam 10
  • Semprot pagi dan sore Rockwoolnya agar tidak kering
  • Saat tanaman sudah berdaun 4, kita sudah bisa memberikan nutrisi
  • Siapkan air bersih dalam wadah
  • Dalam setiap satu liter air, tambahkan 5ml Nutrisi A dan 5ml Nutrisi B, aduk hingga rata
  • Siapkan netpot dan sumbu, lalu letakkan tanaman diatas sumbu
  • Masukkan kedalam lubang styrofoam

Catatan:

Untuk menjaga agar oksigen untuk akar tetap ada, usahakan membuat lubang-lubang kecil pada styrofoam, atau bisa juga menambahkan aerator agar didalam wadah tetap ada gelembung udara
Sistem ini bisa kita pakai untuk menanam sayur selada, sawi, kangkung, bayam dan sayur lainnya.

Baca juga Mengenali Jenis Hama Tanaman Hidroponik

mengenali-jenis-hama-tanaman-hidroponik

Mengenali Jenis Hama Tanaman Hidroponik

Tempat dan Peralatan Hidroponik

Jenis Hama Tanaman Hidroponik – Aneka media tanam hidroponik bisa kita gunakan untuk berkebun. Tempat itu mempunyai fungsi untuk memberikan penyerapan untuk nutrisi oleh tanaman, dengan maksud untuk memperkuat akar dari tanaman tersebut.

Tempat hidroponik merupakan material atau bahan bukan tanah yang digunakan sebagai tempat tumbuh dan suburnya akar tanaman. Media tanam berguna sebagai penopang supanya tanaman dapat berdiri tegak dan tidak mudah roboh. Salah satu perbandingan yang jelas antara bercocok tanam konvensional dengan metode hidroponik terletak pada tempat yang dipakai.

Secara konvensional, tempat yang baik adalah tanah, sedangkan pada metode hidroponik memakai tempat bukan tanah. Beberapa macam media tanam yang selalu digunakan pada metode hidroponik antara lain; Sekam Bakar atau Arang Sekam, Expanded Clay, Spons, Cocopeat, Rockwool, Perlite, Pumice, Vermiculite, atau Akar Pakis.

Langkah Membuat Media Tanam Hidroponik Sederhana

a). Langkah awal dengan menyiapkan terlebih dahulu peralatan yang digunakan, Anda bisa menggunakan barang bekas misalnya:

– Botol plastik air biasa yang telah tidak dipakai
– Gelas plastik bekas air mineral
– Tabung plastik bekas minyak goreng
– Bahan untuk sumbu (kain panel).
– Nutrisi hidroponik.
– Media tanam.

b). Langakah ke2 cara membuat media tanam hidroponik sederhana.

– Potong botol menjadi dua sisi atas dan bawah.
– Lubangi botol bagian atas di daerah leher botol untuk memasang sumbu dan lubang udara.
– Kenakan sumbu ke bawah botol.
– Kemudian masukkan daerah atas botol ke bagian bawah botol dengan cara dibalik
– Masukkan bagian atas botol dengan tempat tanam yang sudah disediakan, fungsi media ini Cuma untuk tumpuan akar agar tidak rebah
– Tanam bibit atau taburkan 2 sampai 3 butir bibit tanaman ke bagian media tanam.
– Siram dengan menggunakan larutan nutrisi hidroponik.

c). Langkah terakhir simpan di tempat yang terhindar dari hujan akan tetapi masih bisa mendapatkan pencahayaan dari sinar matahari.

Alat hidroponik sangat dibutuhkan untuk menanam tanaman hidroponik terlebih lagi bagi kalangan berkantong tipis. Harga peralatan hidroponik juga terbilang murah. Seperti yang Anda saksikan bahwa menanam dengan cara hidroponik ialah pembudidayaan tanaman dengan memanfaatkan air yang banyak unsur hara tanpa menggunakan tanah.Dengan menerapkan sistem metode hidroponik, kebutuhan air pada tanaman akan lebih sedikit dari pada kebutuhan air pada budidaya air dengan menggunakan tanah. Sehingga cara hidroponik sangat tepat digunakan di wilayah yang sumber tanah yang sedikit.

Alat yang digunakan untuk membudidayakan hidroponik adalah benih, rockwool, netpot, kain panel, bak, steorofom. ke-7 peralatan ini harus dipenuhi agar tanaman hidroponik yang anda lakukan berjalan dengan baik.

Ada banyak keutamaan yang disajikan untuk melestarikan tanamanan dengan sistem hidroponik. Alasan pertama yaitu dalam menamam hidropnik tidak begitu membutuhkan arera atau pekarangan yang luas.

Dan hal semacam ini sangat cocok diaplikasikan untuk para ibu rumah tangga. Dimana mereka dapat memaksimalkan tempat atau pekarangan rumahnya untuk melestarikan tanaman dengan menggunakan sistem hidroponik.

Berikut ini beberapa kelebihan serta alasan untuk menguatkan motivasi anda belajar menanam tanaman dengan teknik hidroponik, antara lain:.
  • Bercocok tanam hidroponik terbukti tidak memerlukan banyak biaya apabila dikaitkan dengan menanam teknik biasa di atas tanah karena tidak perlu menyiramkan air setiap hari karena cairan nutrisi/media larutan mineral yang dipergunakan telah tertampung di dalam ember yang dipakai, sehingga kita tinggal melakukan pengamtatan saja.
  • Bercocok tanam hidroponik dapat mengoptimalkan ruangan yang terbatas sebab tidak membutuhkan lahan yang banyak, bahkan media tanaman dapat dibuat dengan cara anak tangga. Bertanam hidroponik terbukti ramah lingkungan karena tidak menggunakan cairan kimia atau obat hama yang bisa mengkontaminasi tanah, menggunakan air hanya 1/20 dari tanaman biasa, dan mengurangi CO2 sebab tidak perlu menggunakan kendaraan atau mesin.
  • Tanaman hidroponik tidak merusak tanah sebab tidak memakai media tanah serta juga tidak membutuhkan tempat yang lebar.
  • Hasil tanaman hidroponik bisa dimakan secara menyeluruh termasuk akar karena terbebas dari kotoran dan hama.
  • Dapat memeriksa akar tanaman dengan jelas secara berkala untuk mengontrol pertumbuhannya.

Pengendalian Hama

Wereng sebenarnya hewan kecil yang sedang mencari makan untuk kelangsungan hidupnya. Namun keberadaannya yang kerapkali memakan dedaunan dan menjadikan hama termasuk makhluk kecil yang dimusuhi oleh petani. untuk jenis tanaman hidroponik, tidak berarti tanaman bebas dari serangan wereng, tapi tetap aja ada wereng yang menganggu keberlangsungan hidup tanaman hidroponik.

Sebagai seorang pemilik tanaman hidroponik, pastinya harus paham wereng jenis apa saja yang dapat mengancam pertumbuhan tanaman. Pemilik, Anda, Tukang kebun harus tahu berbagai jenis hama, dan selanjutnya petani harus tahu tahapan cara menghilangkan hama. Di bawah ini, kami akan menjelaskan beberapa jenis wereng tanaman hidroponik yang harus petani ketahui.

1. Ulat.

Hama ulat ini sebenarnya sudah sangat tersohor di kalangan tukang kebun. Pasalnya popularitas ulat ini sendiri memang tidak perlu untuk diragukan lagi, bahkan menjadi lawan abadi bagi para petani. Juga termasuk pada tukang kebun yang tanamannya sering diserang oleh hama ulat. Diantara jenis ulat yang biasanya menyerang tanaman cabai adalah ulat grayak/spodoptera litura.

Ulat macam ini mampu memangsa daun hingga benar-benar habis dalam waktu yang singkat, sehingga bisa menyebabkan kemampuan fotosintetis dari tanaman cabai menjadi terganggu. Pada serangan yang sangat massif bisa menjadikan ulat grayak ini memangsa habis seluruh bagian daun, bahkan hanya sedikit menyisakan tulang-tulang daunnya saja.

2. Semut.

Semut merupakan hama utama di pertanian dan perkotaan, yang bisa merusak tanaman dan mengancam daerah pemukiman baik di luar maupun di dalam ruangan. Menurut beberapa pelatihan hidroponik dan jasa hidroponik di sebagian wilayah di Jawa Barat maupun di luar Jawa Barat, terdapat beberapa halangan yang dihadapi para petani secara global.

Kendala berkebun hidroponik yang kami sampaikan di sini merupakan masalah global yang sebenarnya sangat bisa dikendalikan dengan mudah. Beberapa kendala tersebut, antara lain:.

  • Dana berkebun hidroponik terbilang mahal
  • Keterbatasan lahan dan ruang
  • Teknik dan pemeliharaan yang rumit
  • Sulitnya memperoleh pasokan alat dan bahan.

Baca juga Hidroponik Sistem Rakit Apung

belajar-mengetahui-tempat-dan-peralatan-hidroponik

Cara Mudah Membuat  Tanaman Hidroponik

Cara Membuat Tanaman Hidroponik yang relatif mudah dan sederhana adalah dengan sistem wick, untuk konsep dasarnya silahkan di baca dulu di sini Menanam Sayur Hidroponik. Cara ini bisa kita kreasikan menggunakan wadah apapun yang bisa kita temui di sekitar kita di sekitar rumah kita. Coba perhatikan gambar-gambar di bawah ini, dan sesuaikan dengan metode sistem wick.

Cara membuat tanaman hidroponik dengan sistem wick ini dianggap paling mudah dan sangat sesuai untuk mereka yang baru belajar mulai melakukan hidroponik. Sistem ini tidak memerlukan peralatan yang rumit karena cara membuat tanaman hidroponik dilakukan dengan mengalirkan nutrisi melalui sumbu. Cara ini sangat sederhana dan sesuai untuk dilakukan di rumah dalam skala kecil.

Cara Membuat  Tanaman Hidroponik – Persiapan Media Tanam dan Nutrisi Hidroponik

Sebelum melakukan cara membuat tumbuhan hidroponik, Anda harus terlebih dulu menyiapkan nutrisi yang diperlukan. Untuk membuat larutan nutrisi, Anda memerlukan Urea sebanyak 1000 gram, KCL juga sebanyak 1000 gram, pupuk NPK sebanyak 100 gram dan pupuk daun atau gandasil sebanyak 50 gram. Nantinya semua pupuk ini akan dilarutkan sebagai sumber nutrisi tumbuhan . Ketersediaan nutrisi ini akan menjamin pertumbuhan tumbuhan yang dilakukan dengan cara membuat tumbuhan hidroponik berlangsung maksimal. Jika tidak mau repot silahkan beli saja nutrisi hidroponik di toko pertanian atau di tokopedia yang jual buanyak hehehe

Selain nutrisi, pilihan media sebagai cara membuat tumbuhan hidroponik juga tidak kalah penting. Media tumbuhan hidroponik yang bisa digunakan untuk adalah arang, sekam, spons, rock wool hingga pecahan batu bata. Media tanam dari batu kerikil pasir malang juga dapat digunakan untuk tumbuhan hidroponik ini. Anda hanya perlu mencari media tanam yang paling mudah dan cukup murah di dapatkan di sekitar Anda. Dengan demikian Anda tidak mengeluarkan banyak dana untuk mempraktekkan cara membuat tanaman hidroponik.

Untuk wadah silahkan anda menyiapkan sendiri sesuai kreatifitas anda di bawah ini kami berikan beberapa gambar yang dapat menjadi ide untuk anda. Ini hanya sebagian yang bisa kami share, silahan googling jika informasi ini masih belum cukup. kami harap artikel tentang Cara Membuat  Tanaman Hidroponik ini bermanfaat untuk Anda semua.

cara-membuat-tanaman-hidroponik-1

cara-membuat-tanaman-hidroponik-2

Cara Membuat Tanaman Hidroponik

Cara Membuat Tanaman Hidroponik